Kamis, 03 Januari 2013

Duhai Cinta

(nemu di komputer kantor lebaran lalu)

Duhai jiwa yang merindu belahan kalbu
duhai hati yang mendamba cinta tulus suci
t'lah terpatri kini rasa cinta yang sejati
dengan hadirmu disini..

Duhai cinta kau hadir isi kekosonganku
duhai rasa berjuta cita penuhi sukma
bersua didalam ikatan kasih nan murni
berdua bersama..

kuterima segala kekurangan dirimu
kuserahkan hati titip cintaku padamu
Tuhan tuntun langkah kaki tetap dijalanMu
menapaki indah rengkuh cinta bersama..



Rabu, 02 Januari 2013

Pilihan Kedua

Kesalahan ini terulang dua kali dan aku sadar.. benar-benar sadar.. 
Memang mungkin jiwa petualang yang muncul lagi walaupun sebenarnya sudah banyak yang terpangkas. Hampir semua pilihan dan kemungkinan  selalu aku ambil. Ya tentu pilihan yang terbaik atau pertama   menjadi incaran. Puncaknya adalah jadwal pulang sekolahku bergeser sampai lepas pukul 16.00 WIB, itu Senin-Sabtu, padahal anak SMA pukul 14.00 sudah nyaman di rumah mereka masing-masing. Senin melatih junior-junior Paskibra, Selasa dan Jumat latihan bela diri, Rabu ngumpul anak-anak KIR, Kamis gabung anak-anak Pecinta Alam dan Sabtu ikut Pramuka. Belum latihan tim sepak bola sekolah menjelang ada lomba atau lawan tanding. Semua ini untuk mengantarkanku menjadi siswa yang terbaik, menjadikan "lebih" dan selalu menjadi yang pertama dalam setiap bidang kegiatan. Dan alhamdulillah tercapai.. 

"Lalu untuk apa dulu Anda menandatangani kontrak ikatan dinas disana?" tanya pewawancara sebuah BUMN, perusahaan besar yang memang aku idamkan selapas kuliah S1. Pertanyaan itu terlau berat untuk sebuah proses wawancara melamar pekerjaan dari instansi yang bonafit. Melamar kerja disana disaat posisiku saat itu adalah pekerja pada instansi pemerintah yang dipandang orang cukup bagus. Tentu hampir semua orang setuju bekerja di BUMN itu akan menjadi pilihan pertama daripada instansi pemerintah.

Em.. Tertegun agak lama untuk memikirkan jawaban pertanyaan itu. Diingat-ingat, dulu masuk kampus ikatan dinas ini juga bukan pilihanku. Selepas SMA, aku sebenarnya sudah diterima kuliah di Fakultas Kedokteran sebuah Universits Negeri melalui jalur beasiswa. Namun, untuk biaya kuliah selanjutnya ortu harus menjual mabil satu-satunya milik keluarga yang sehari-hari dipakai untuk akomodasi bisnis ibuku. Rasanya berat untuk melanjutkan kuliah disini. Singkatnya, aku lepas juga pilihan pertama yang sebenarnya aku impikan sejak lama. Di sinilah titik PERTAMA aku benar-benar merasakan kehilangan yang amat sangat untuk sebuah PILIHAN PERTAMA.

Menjawab pertanyaan pewawancara dengan alasan pengembangan diri ternyata nilainya tidak seberat alasan untuk bertahan menjalankan komitmen awal yang telah dibuat. Ya, memang seharusnya komitmen itu dipegang erat. Walaupun bukan sebuah kesalahan ketika kita menginginkan memutus komitmen dengan resiko, nyatanya tetap saja tidak mampu mengganti tingginya nilai menghargai komitmen. Ditambah serangkaian jawaban yang kurang memuaskan-mungkin- akhirnya aku harus kembali tanpa memperoleh PILIHAN PERTAMA itu. Artinya, kembali pada kenyataan untuk menjalani PILIHAN KEDUA.

Tiba-tiba dalam perjalanan pulang menuju kosan, terpikir beberapa pertanyaan yang cukup perlu waktu menjawabnya. Kali ini aku harus benar-benar menanyakan diriku sendiri.
-apa benar itu PILIHAN PERTAMA bagiku?
-Lalu, apa semua orang menuju atau menjalani hidup dalam PILIHAN PERTAMA?
-Seberapa jauh PILIHAN KEDUA  daripada PILIHAN PERTAMA?
Jawaban untuk pertanyaan-pertanyaan itu masih aku pikirkan dan mungkin Anda pikirkan karena kita yakin pilihan dan memilih adalah bagian dari setiap langkah hidup kita.

Ada saatnya nanti kutuliskan jawaban itu disini atau Anda telah menjawabnya sendiri. 





Selasa, 24 Juli 2012

Hadiah Kecil dari si Ade (part 2)

Sekali lagi aku ucapkan Alhamdulillah wasyukurillah atas kenikmatan yang dilimpahkan kepada kami. Sabtu, 14 Juli 2012 tahniah untuk Ade yang masuk SMA 1 Cilacap kelas khusus "Leader Class". Kelas khusus hanya diperuntukan bagi 30 siswa berprestasi di antara 330 siswa baru di sekolah itu. Menempati peringkat 10 dengan sejumlah prestasi akademik dan non-akademik si Ade pun mampu menglahkan 300 siswa lain. Sungguh makin menenangkan aku sebagai kakak sulung yang bertugas mengawal dan mengarahkan masa depannya. 

Leader class memang kelas yang disiapkan untuk bibit unggul daerah yang diproyeksikan untuk menjadi siswa dengan kemampuan lebih, akademik, fisik dan kepemimpinan. Program ini merupakan kerjasama tiga piha, yaitu Pertamina UPT Cilacap, Holcim Ind, dan Dinas Pendidikan Cilacap. Para siswa mendapat pelajaran tambahan yang diberikan setiap Senin, Rabu, dan Jumat dengan beberapa kegiatan khusus. Jam masuk sekolah adalah 6.15 dan berakhir 17.00. Kegiatan tambahan berupa pelatihan fisik dan kepemimpinan oleh staf Kodim dan Polres, pelajaran pengembangan pribadi, dan berbagai kegiatan akademis ekstra. Beasiswa sudah dia terima sejak masuk SMA hingga lulus kelak. Setelah tamat SMA nanti, mereka juga akan menerima beasiswa dari beberapa perusahan  besar di Cilacap, seperti beasiswa untuk melanjutkan pendidikan di Aka Migas oleh Pertamina, Politeknik Industri Holcim, dan perusahan lainnya.

Memang sejak kecil, si Ade sudah terlihat jiwa kepemimpinannya. Tak segan dan tanpa malu setiap lomba dia ikuti sejak TK, SD, dan SMP. Ketua kelas merupakan jabatan langganan dimana kelas dia berada. Terakhir, si Ade juga menjadi ketua Pramuka di salah satu SMP favorit tempat dia sekolah. Walaupun dengan segudang aktivitas, prestasi akademiknya tak terganggu, tetap dalam 5 besar paralel. Bayangkan dalam 7 hari selepas jam sekolah dia biasa ekstra renang, karate, TIK, basket dan Pramuka. Hari-harinya cukup sibuk. 

Kini, dia adalah remaja aktif yang mulai mandiri, bukan lagi adikku yang selalu kujaga kemana dia pergi. Semakin sedikit waktu bermain game, ngobrol, beradu jurus, atau jalan-jalan bersama dia. Selamat berjuang adiku.. Melangkahlah dengan doa, raihlah masa depan penuh asa.. Aku tunggu di gerbang sukses kelak demi kebanggaan ayah dan ibu.. 


Senin, 02 Juli 2012

It's over, get ready to move on


(draf 02 Juli 2012)

nek judule koyo ngono njuk sing meh tak tulis kira-kira isine apa ya?  perkara gawean, bal-balan, sepedaan, ati, apa perkara sing becik kudu dipikir kaping pitu sadurunge tumindak.. Wes sayektine iki dudu perkara ingkang remeh utawa iso disepelek'e. Apa jal.. lha ko malah nglantur nganggo boso resmi.. mbalik basa ngoko wae yo dab, rek, sam, kang, ji, ndes, etc... hehehe nek iki mesti mudeng..

langsung wae, aku dudu wong kang iso gampang nglakoni urip tanpa rasa, saben perkara ra bakal liwat tanpa dirasa, ya mesti rasa saka ati. iki dudu perkara rasa tresna marang keturunane Siti Hawa, tapi iki babat kekancanan, paseduluran, friendship nek wong londo omong.. Yo, iki tulisan kanggo ngelingke awakku, bab uripku kebak karo ujian.

sa'dalan nggonku nyambut gawe, kurang luwih 6 taun iki, ana perkara sing kadang dadi pikiran, njero malah. yo apa maneh nek dudu masalah mbagi tugas and benefit'e. Wes dadi semestine sing akeh gawene mesti akeh benefit sing diolehi, lan sewalik'e. Ning kadang ora kudu kaya ngunu, malah ora sithik sing kewalik. Sing akeh gawene malah sithik kasile. Iki sing gawe sesek ng dada. Yo pancen aku ngalami dhewe, ora mung kaping pisan. Kadang yo kesel, iki menungsa.. iyo to.. Tapi sing luwih gawe nesu iki nek iki wes mlebu ng sistem n mergo "like and dislike wae" dadi "mantri jero" ng babadan mutus perkara.

Terus ko ra nyambung karo irah-irah ana dhuwur mau??
hehe.. iki nyambung yo, It's over utomo wayahe wes entek, yo entek kanggo dalan pikir utawa laku sing ora becik wes dudu jamane. Terus move on seka budaya sing kurang becik mau nuju laku sing ndukung profesionalisme, keadilan, lan "right man on the right place". Umpama budaya ingkang kurang becik iki diteruske utawa aku dhewe ora cepet pindah bakal susah uripku sesuk, apa maneh nek rejeki sing kanggo nguripi anak-bojo (cie cie apa jal) dudu rejeki ingkang barokah, wedi mung dadi bala. Terus sistem negara iki juga bakal gawe mandheg cita-cita reformasi birokrasi sing digembor-gemborke. Aja nganti!! Rejeki sampun diatur, tansah iri dengki. Kawula mung saderma, mobah-mosik kersaning Gusti ingkang Maha Adil.

Eling maneh, kabeh tulisan iki kanggo ngelingke awakku dhewe, saluwihe kanggo sing maca. Sajeroning mikir, mangesthi lan mangastuti, alhamdulillah dipariwingi "pitedhah" prinsip ingkang langkung sae tumrap perkara mau iku. Apa (pegawean) sing ora aku lakoni, aja nganti nuntut apa sing luwih seka hakmu. Sewalike, ora perlu nampa apa-apa sing luwih seka apa sing tak garap (pegawean). Iki katon wagu and idealis, ning yo iki sing kudu tak lakoni, kudu tak ugemi. Legawa lair satrusing batin. Mung kelingan apa-apa mau bakal dijaluki pertanggungjawaban wonten dina tanpa iso ana sing ditutupi. Insyaallah aku bakal terus belajar ambeg utama lan andhap asor,, Dongaku tetep istiqomah nganti khusnul khatimah.. Amin.

Mung donga ingkang kathah dipun sembah kagem Rabb ingkang Murah Rezeki, ingkang Maha Adil, lan ingkang Tanpa Lena. Muga dipun paringi rejeki ingkang barakah, manfaat, sekedhik lan kathahipun.
Allahumma inni asaluka 'ilman naafi'an warizqon thoyyiban wa'amalan mutaqabbalan..
Amin ya Rabbal'alamin.


Rabu, 25 April 2012

Waktu-waktu kritis tahun ini..

Memang semua sudah ditakdirkan, dan pilihan manusia ada dibawah kehendakNya. Sebagai manusia, pilihan-pilihan hidup selalu kita hadapi dan kita tentukan dengan nilai-nilai terbaik yang kita miliki. Namun, tak bisa dipungkiri pilihan-pilihan itu kadang saling lepas tapi juga kadang saling terkait dan jelas semua ada konsekuensinya.

Rabu, 04 April 2012

Hadiah kecil dari si Ade

Ade, biasa kupanggil begitu, adalah anak ketiga sekaligus anak bungsu di keluarga kami. Lahirnya selisih 10 tahun lebih dari tahun lahirku, atau sekarang berusia 15 tahun. Saat ini dia masih duduk di bangku kelas 9 sebuah SMP favorit di kota kami. SMP tempat aku sekolah 11 tahun lalu. 

Secara fisik dia termasuk anak yang tumbuh dengan baik. Sekarang saja tingginya 169 cm atau kurang 2 cm untuk sama tingginya denganku. Maklum mungkin asupan gizinya lebih baik daripada masa pertumbuhanku.. hehehe.. Untuk kecerdasan dia termasuk anak yang cerdas. Kecerdasannya sudah terlihat sejak dia belum sekolah. Memasuki dunia sekolah, TK, SD sampai SMP, Alhamdulillah dia selalu menonjol dalam akademik maupun non-akademik. Peringkat I kelas sudah menjadi langganan setiap pembagian raport. 

Seiring bertambahnya usia, bertambah luas pula wawasan dan pergaulannya. Dia aktif dalam organisasi ekstrakurikuler, mulai dari ketua Pramuka, Osis, KIR dan Seni, belum termasuk kegiatan olahraga renanga, basket, sepak bola, sampai atlete Karate. Dia bisa meraih dua tingkat sabuk Karate dalam 4 bulan, walaupun dia gagal ikut Kejurda karena bertepatan dengan ujian sekolah. Hanya saja ada hal yang tidak aku sukai dari dia saat. Mulai mengenal internet ternyata telah mampu membiusnya jatuh dalam kelalaian. Prestasinya jatuh dari peringkat 2 paralel SMP ke peringkat 25. Ini yang membuatku marah. Walaupun secara emosi dia sangat dekat denganku tapi memberinya peringatan bukanlah hal yang bisa ditunda. 



Mungkin tekanan dari lingkungan, khususnya aku cukup membuatnya termotivasi untuk kembali bangkit. Satu demi satu nilai pelajaran mulai menunjukan perbaikan, bahkan tak jarang nilai sempurna. Disini aku belajar untuk menjadi motivator, ketika dia jatuh dan menemui banyak halangan, seorang remaja ternyata hanya perlu dukungan emosional untuk menunbuhkan kemampuannya, bukan tekanan atau kemarahan. Kebangkitannya akhirnya menunjukan hasil ketika dia mampu menjadi Juara I lomba mapel TIK tingkat SMP untuk Karesidenan Banyumas sekaligus menjadi jaminan satu kursi siswa SMA N 1 Cilacap (RSBI) ditangannya. Prestasi itu mungkin berawal dari laptop bekas yang aku hadiahkan untuknya. Selamat de', terus berjuang menuju masa depanmu..

                                 (Ade FK, ketiga dari kiri) Mirip aku ternyata heheehe..


Selasa, 03 April 2012

Hadiah untuk Ibuku..

Setiap orang tua sudah pasti akan memberikan segalanya yang terbaik untuk anak-anaknya. Dan sudah maklum kalau seluruh pengorbanan mereka tak akan terbalas oleh bakti seorang anak sampai kapan pun. Seorang anak dengan nurani yang lurus akan sebisa mungkin memberikan kebahagian kepada kedua orang tuanya, walaupun hanya memberikan hal kecil sampai dia tersenyum..

Hari ini, puji syukur saya ucapkan kehadirat Alloh subhanau wata'ala yang telah memudahkan usaha kami untuk selalu melakukan yang terbaik. Hari ini adikku lulus sidang skripsi atau sama artinya selesai sudah jenjang pendidikan sarjana dia tempuh. Alhamdulillah... sedikit senyum di wajah seorang ibu terasa sangat jelas tersirat di wajahnya saat mengabari berita ini.. Sungguh satu moment yang menyentuh ketika seorang sarjana baru itu dibesarkan oleh seorang wanita lulusan sekolah dasar.. ya dia lah ibuku..

Hari itu diawali pagi yang sibuk di rumah kami. Setiap kami punya tugas beres-beres rumah, menyapu, mencuci, atau yang lain. Jam menunjukkan pukul tujuh, tugasku selesai dan aku beranjak untuk mengerjakan tugas lain. Tanpa disengaja, dari balik jendela aku melihat tangan cekatan yang dengan setia membungkus garam ke dalam plastik-plastik hitam. Aku ingat dengan jelas, itu tugasku sebelum berangkat sekolah, delapan tahun lalu. Seharusnya tanganku yang membungkus garam-garam itu.. seharusnya tanganku yang kotor dan pekat penuh garam.. seharusnya aku yang berada disitu.. Meski tak sampai satu menit kupandangi wajahnya dari balik jendela tapi sudah cukup untuk melelehkan air mata ini.. Ya Rabb, sungguh dia pahlawanku.. Tak kenal lelah dia bekerja, mengais rupiah demi rupiah hingga bisa menyekolahkanku.. 

Ya Rabb, Engkau lah Sang Pemilik, Sang Pencipta, dan Sang Pengatur alam raya ini..
Engkau juga Pemilik jiwa ibuku..
Mohon ampuni dosa-dosanya, jagalah dia, berkahi sisa usianya, dan masukkan dia ke dalam jannah-Mu..
Ya Rabb mampukan aku berbakti kepadanya dan membahagiakannya..
Allahummaghfirli waliwalidaya warhamhuma kama rabbayani shaghira..