Rabu, 25 April 2012

Waktu-waktu kritis tahun ini..

Memang semua sudah ditakdirkan, dan pilihan manusia ada dibawah kehendakNya. Sebagai manusia, pilihan-pilihan hidup selalu kita hadapi dan kita tentukan dengan nilai-nilai terbaik yang kita miliki. Namun, tak bisa dipungkiri pilihan-pilihan itu kadang saling lepas tapi juga kadang saling terkait dan jelas semua ada konsekuensinya.

Rabu, 04 April 2012

Hadiah kecil dari si Ade

Ade, biasa kupanggil begitu, adalah anak ketiga sekaligus anak bungsu di keluarga kami. Lahirnya selisih 10 tahun lebih dari tahun lahirku, atau sekarang berusia 15 tahun. Saat ini dia masih duduk di bangku kelas 9 sebuah SMP favorit di kota kami. SMP tempat aku sekolah 11 tahun lalu. 

Secara fisik dia termasuk anak yang tumbuh dengan baik. Sekarang saja tingginya 169 cm atau kurang 2 cm untuk sama tingginya denganku. Maklum mungkin asupan gizinya lebih baik daripada masa pertumbuhanku.. hehehe.. Untuk kecerdasan dia termasuk anak yang cerdas. Kecerdasannya sudah terlihat sejak dia belum sekolah. Memasuki dunia sekolah, TK, SD sampai SMP, Alhamdulillah dia selalu menonjol dalam akademik maupun non-akademik. Peringkat I kelas sudah menjadi langganan setiap pembagian raport. 

Seiring bertambahnya usia, bertambah luas pula wawasan dan pergaulannya. Dia aktif dalam organisasi ekstrakurikuler, mulai dari ketua Pramuka, Osis, KIR dan Seni, belum termasuk kegiatan olahraga renanga, basket, sepak bola, sampai atlete Karate. Dia bisa meraih dua tingkat sabuk Karate dalam 4 bulan, walaupun dia gagal ikut Kejurda karena bertepatan dengan ujian sekolah. Hanya saja ada hal yang tidak aku sukai dari dia saat. Mulai mengenal internet ternyata telah mampu membiusnya jatuh dalam kelalaian. Prestasinya jatuh dari peringkat 2 paralel SMP ke peringkat 25. Ini yang membuatku marah. Walaupun secara emosi dia sangat dekat denganku tapi memberinya peringatan bukanlah hal yang bisa ditunda. 



Mungkin tekanan dari lingkungan, khususnya aku cukup membuatnya termotivasi untuk kembali bangkit. Satu demi satu nilai pelajaran mulai menunjukan perbaikan, bahkan tak jarang nilai sempurna. Disini aku belajar untuk menjadi motivator, ketika dia jatuh dan menemui banyak halangan, seorang remaja ternyata hanya perlu dukungan emosional untuk menunbuhkan kemampuannya, bukan tekanan atau kemarahan. Kebangkitannya akhirnya menunjukan hasil ketika dia mampu menjadi Juara I lomba mapel TIK tingkat SMP untuk Karesidenan Banyumas sekaligus menjadi jaminan satu kursi siswa SMA N 1 Cilacap (RSBI) ditangannya. Prestasi itu mungkin berawal dari laptop bekas yang aku hadiahkan untuknya. Selamat de', terus berjuang menuju masa depanmu..

                                 (Ade FK, ketiga dari kiri) Mirip aku ternyata heheehe..


Selasa, 03 April 2012

Hadiah untuk Ibuku..

Setiap orang tua sudah pasti akan memberikan segalanya yang terbaik untuk anak-anaknya. Dan sudah maklum kalau seluruh pengorbanan mereka tak akan terbalas oleh bakti seorang anak sampai kapan pun. Seorang anak dengan nurani yang lurus akan sebisa mungkin memberikan kebahagian kepada kedua orang tuanya, walaupun hanya memberikan hal kecil sampai dia tersenyum..

Hari ini, puji syukur saya ucapkan kehadirat Alloh subhanau wata'ala yang telah memudahkan usaha kami untuk selalu melakukan yang terbaik. Hari ini adikku lulus sidang skripsi atau sama artinya selesai sudah jenjang pendidikan sarjana dia tempuh. Alhamdulillah... sedikit senyum di wajah seorang ibu terasa sangat jelas tersirat di wajahnya saat mengabari berita ini.. Sungguh satu moment yang menyentuh ketika seorang sarjana baru itu dibesarkan oleh seorang wanita lulusan sekolah dasar.. ya dia lah ibuku..

Hari itu diawali pagi yang sibuk di rumah kami. Setiap kami punya tugas beres-beres rumah, menyapu, mencuci, atau yang lain. Jam menunjukkan pukul tujuh, tugasku selesai dan aku beranjak untuk mengerjakan tugas lain. Tanpa disengaja, dari balik jendela aku melihat tangan cekatan yang dengan setia membungkus garam ke dalam plastik-plastik hitam. Aku ingat dengan jelas, itu tugasku sebelum berangkat sekolah, delapan tahun lalu. Seharusnya tanganku yang membungkus garam-garam itu.. seharusnya tanganku yang kotor dan pekat penuh garam.. seharusnya aku yang berada disitu.. Meski tak sampai satu menit kupandangi wajahnya dari balik jendela tapi sudah cukup untuk melelehkan air mata ini.. Ya Rabb, sungguh dia pahlawanku.. Tak kenal lelah dia bekerja, mengais rupiah demi rupiah hingga bisa menyekolahkanku.. 

Ya Rabb, Engkau lah Sang Pemilik, Sang Pencipta, dan Sang Pengatur alam raya ini..
Engkau juga Pemilik jiwa ibuku..
Mohon ampuni dosa-dosanya, jagalah dia, berkahi sisa usianya, dan masukkan dia ke dalam jannah-Mu..
Ya Rabb mampukan aku berbakti kepadanya dan membahagiakannya..
Allahummaghfirli waliwalidaya warhamhuma kama rabbayani shaghira..

Rabu, 25 Januari 2012

http://hidayatullah.com/read/20710/17/01/2012/avasinolog-dan-pendekar-kungfu-islam-itu-telah-pergi.html

Kamis, 12 Januari 2012

Dalam Mihrab Syubhat atau Ketika Syubhat Berta'awudz

Ingatanku tiba-tiba melayang ke masa kuliah 7 tahun lalu. Ahad pagi selepas shalat subuh di masjid adalah waktu yang paling menegangkan. What???? Sebagai mahasiswa seharusnya ahad pagi adalah saat-saat indah untuk melanjutkan mimpi memeluk guling atau olah raga. Berbeda dengan teman kamar sebelah, aku harus berkutat dengan kitab kecil berbahasa arab sambil memejamkan mata sesekali.. hehehe kalo ga sadar lama-lama ketiduran juga.. zzzzzz kalo ini kapan aja n dimana saja.. namanya juga mahasiswa..

Masih jelas dalam ingatan ketika dihukum berdiri di dalam masjid karena tidak hafal satu atau beberapa hadits. Yah, pedoman hidup yang mulia. Hadits yang lumayan panjang memang saat itu belum mampu aku hafal dengan baik. Kitab hadits yang kami pakai adalah muyassar dari Arba'in Imam An Nawawy rahimahullah. Meski tidak ingat dengan baik tapi dengan izin Alloh 'azza wajalla nilai hadits itu masih tertanam dan semoga tak lepas dari dalam dadaku. Amin ya Rabb. Hadits itu adalah hadits awal ke-enam (kalau ga salah nanti dicek lagi kitabnya) mengenai halal-haram. kurang lebih bunyinya seperti ini... (tapi keknya ga usah dech.. cukup artinya aja ya biar ringkas).

Jumat, 30 Desember 2011

Resolusi vs Koservatisme

kalender mulai terlihat usang.. tapi bukan karena wujudnya yang hampir satu tahun menempel di dinding kamar ini. dia jadi usang karen mata ini memberi kabar ke otak, "hey, tahun ini akan berakhir"

Kamis, 29 Desember 2011

Desember: Bukan Penghujung Harapan

Hampir lupa untuk menulis lagi di blog ini.. Ya, ini bulan Desember..
Bulan penguhujung tahun masehi sekaligus bulan evaluasi seluruh pencapaian kerja tahun ini..
itu di kantorrrr bro.. kali ini lagi males ngomongin kantor dah..

Sebagai cerminan, memang target tahun ini ada progres yang bagus untuk menapaki tahun depan meskipun sampai hari terakhir tahun 2011 ternyata masih banyak target yang meleset atau bahkan tidak tercapai.
Sadar benar bahwa rasa syukur harus menjadi awal kata atas pencapaian tahun ini, terutama masalah karir dan pendidikan. Sebaliknya, menghadapi kenyataan banyaknya kegagalan atau target yang belum tercapai hal pertama adalah..... ya, apa? tersenyum?  menyesal? atau justru bersyukur?

Ssipp jawaban itu benar? 
Tersenyum? harus itu.. kenapa? ya itu lah wajahku sendiri.. (siapa lagi yang mau senyum kalau bukan aku sendiri hihii....)

Menyesal? ga perlu bro.. u have done the best... except one point.. what is it? it's a secret..
menyesal kalau kamu masih belum  mau jujur bahwa kamu gagal dalam beberapa hal.
Masalah apa? bisnismu yang hancur itu? berapa sih 40 juta? heii sadar... itu uang siapa? uangmu?  ckckckkck.. jelas-jelas itu uang milik Alloh 'azza wajalla.. kamu siapa.. hasil tabunganmu satu tahun gaji? ahh.. kamu satu tahun masih bisa dapat nafas gratis itu ada ga 40 juta? berapa..? yang jelas lebih dari 40 juta kan.. jangan-jangan itu yang terbaik atau yang paling mudah untuk kita daripada cara Alloh yang lain..  jadi musibah itu pun ga boleh disesali bahkan disyukuri..

What? bersyukur?
ingatkah nasihat Ibnu Batthul tentang apa-apa yang terjadi untuk kita memang telah tersurat dalam lauhful mahfudz. Sekalipun itu musibah yang menurut manusia adalah perkara menyusahkan dan memberatkan, yakinlah dan ketahuilah bahwa musibah itu adalah terbaik disisi Alloh 'azza wajalla bagi manusia.

Kegagalan tahun ini dua hal yang pokok: bisnis dan nikah..
Masalah bisnis, ingat baik-baik hal-hal ini:
- jangan pernah lagi percaya pada orang lain kecuali dia yang pernah berkorban untukmu..
- jangan menunda ikut training graphology for business..
- jangan benturkan masa depanmu dengan target jangka pendek meski menggiurkan..

Di sisi lain, tahun ini aku dapatkan kembali sahabat yang pernah hilang. Sosok sahabat yang muncul untuk kedua kalinya pada salah seorang sahabatku. Ya, kami adalah duo pesaing sejak di bangku kuliah, mulai dari bangun pagi, menghafal qur'an, mengerjakan tugas, olahraga sampai IPK. Tak jarang kami mengalami "sleek" karena masalah persaingan ini. Namun, kalau dikenang ternyata lebih banyak kekompakan diantara kami, seperti tradisi bersarung, mudik, kebut-kebutan motor, sampai masalah tipe wanita idaman.. hihihi lucu kalau diingatt... Sosok sahabat itu muncul lagi ketika kami sama-sama jatuh, tapi dia dapat ujian lebih karena sekarang dia menanggung tambahan dua jiwa. Ketika ujian ini datang, masih ingat saat suaranya berubah menceritakan beberapa bisnisnya yang hancur, utang bertumpuk dan ancaman-ancaman yang mungkin terjadi atas dia. Saat-saat itulah kami temukan perasaan senasib dan semangat untuk bangkit kembali. Mulai dari bermitra dalam bisnis sampai bagi-bagi tips pernikahan. Bro, semoga persahabatan ini menjadi jalan membawa kita ke syurga kelak. Amin.. Hal inilah yang menjadi salah satu alasan mengapa ujung tahun bukan lah penghujung harapan. Harapan itu masih ada, masih terbuka lebar.. kamu tidak sendiri, kita akan bersama menghadapi setiap tantangan tahun depan..

Masalah kegagalan kedua mau aku tulis apa ya.. mengertilah, ini diluar kendaliku.. Mungkin joke yang cocok untukku kali ini adalah "aku memang belum bisa memberi ibuku apa-apa, apalagi seorang menantu"
Hahaha itu joke kalau temen-temen mulai meledek..
Biarlah itu menjadi pelajaran buatku. Tahun ini memang belum menemukan siapa jodohku tetapi aku yakin dan husnudzon Alloh telah menyiapkan yang terbaik untukku. Tugasku hanya memperbaiki diri dan memperbaiki diri. itu saja.. eh, jangan lupa nabung untuk keperluan menuju hari H dan setelah berumah tangga kelak..

Harapan tidak berakhir bersama berakhirnya tahun ini.. Masih ada harapan di tahun depan. Sukses atau tidaknya tahun depan tergantung pada ikhtiarku sendiri.. Ingat, jangan menyesali kegagalan yang tekah terjadi, jangan berhenti belajar, jangan berhenti memperbaiki diri dan tetaplah husnudzon kepada ketentuanNya kelak.. Semoga hidupku ada perbaikan yang signifikan di tahun depan.. Amin..