Minggu, 23 Juni 2013

Independensi (in fact and in appearance)

Independensi bukan kata asing yang lekat dengan para akuntan, baik pendidik maupun praktisi. Inilah kata terberat yang dipikul dalam kode etik seorang akuntan. Janganlah akuntan sebagai auditor di perusahaan publik, bagi para akuntan di sektor publik (pemerintah) aja sudah kerap mengalami benturan dalam hal independensi. 

Independensi in appearance, lebih mudah dipahami cara pandang orang lain dalam menilai independensi kita. Misal, si A dikenal akuntan yang jujur dan tegas. Beberapa kali si B bertemu si A di suatu tempat makan bersama seorang supplier X. Sekalipun supplier X dikenal track record yang bagus, demikian juga si A, dari penilaian si B dapat mendorong bias nilai independensi dari si A. Bukan apa-apa, bukan pula pertemuan mereka menjadi bukti, tapi appearance mereka menurun dari sisi eksternal.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar