Minggu, 04 September 2011

Kisah Seorang Polisi yang Menilang Sahabatnya..


Dari kejauhan, lampu lalu-lintas di perempatan itu masih menyala hijau. Jono segera menekan pedal gas kendaraannya. Ia tak mau terlambat. Apalagi ia tahu perempatan di situ cukup padat, sehingga lampu merah biasanya menyala cukup lama.  Kebetulan jalan di depannya agak lengang. Lampu berganti kuning. Hati Jono berdebar berharap semoga ia bisa melewatinya segera. Tiga meter menjelang garis jalan, lampu merah menyala.Jono bimbang, haruskah ia berhenti atau terus saja.


“Ah, aku tak punya kesempatan untuk menginjak rem mendadak,” pikirnya sambil terus melaju.

Prit!

Di seberang jalan seorang polisi melambaikan tangan memintanya berhenti.  Jono menepikan kendaraan agak menjauh sambil mengumpat dalam hati. Dari kaca spion ia melihat siapa polisi itu.  Wajahnya tak terlalu asing.

Hey, itu khan Bobi, teman mainnya semasa SMA dulu. Hati Jono agak lega. Ia melompat keluar sambil membuka kedua lengannya. “Hai, Bob. Senang sekali ketemu kamu lagi!” “Hai, Jon.” Tanpa senyum. “Duh, sepertinya saya kena tilang nih? Saya memang agak buru-buru. Istri saya sedang menunggu di rumah.” “Oh ya?” Tampaknya Bobi agak ragu. Nah, bagus kalau begitu. “Bob, hari ini istriku ulang tahun. Ia dan anak-anak sudah menyiapkan segala sesuatunya.
Tentu aku tidak boleh terlambat, dong.” “Saya mengerti. Tapi, sebenarnya kami sering memperhatikanmu melintasi lampu merah di persimpangan ini.” Oooo, sepertinya tidak sesuai dengan harapan. Jono harus ganti strategi. “Jadi, kamu hendak menilangku? Sungguh, tadi aku tidak melewati lampu merah. Sewaktu aku lewat lampu kuning masih menyala.”


Aha, terkadang berdusta sedikit bisa memperlancar keadaan.
“Ayo dong Jon. Kami melihatnya dengan jelas. Tolong keluarkan SIM-mu.”
Dengan ketus Jono menyerahkan SIM, lalu masuk ke dalam kendaraan dan menutup kaca jendelanya.
Sementara Bobi menulis sesuatu di buku tilangnya. Beberapa saat kemudian Bobi mengetuk kaca jendela.


Jono memandangi wajah Bobi dengan penuh kecewa.Dibukanya kaca jendela itu sedikit.
Ah, lima centi sudah cukup untuk memasukkan surat tilang. Tanpa berkata-kata Bobi kembali ke posnya. Jono mengambil surat tilang yang diselipkan Bobi di sela-sela kaca jendela. 
Tapi, hei apa ini. Ternyata SIMnya dikembalikan bersama sebuah nota. Kenapa ia tidak menilangku. 

Lalu nota ini apa? Semacam guyonan atau apa? Buru-buru Jono membuka dan membaca nota yang berisi tulisan tangan Bobi.

“Halo Jono, Tahukah kamu Jon, aku dulu mempunyai seorang anak perempuan. 
Sayang, ia sudah meninggal tertabrak pengemudi yang ngebut menerobos lampu merah. 
Pengemudi itu dihukum penjara selama 3 bulan. Begitu bebas, ia bisa bertemu dan memeluk ketiga anaknya lagi. Sedangkan anak kami satu-satunya sudah tiada. Kami masih terus berusaha dan berharap agar Tuhan berkenan mengkaruniai seorang anak agar dapat kami peluk. Ribuan kali kami mencoba memaafkan pengemudi itu. Betapa sulitnya. Begitu juga kali ini. 
Maafkan aku Jon. Doakan agar permohonan kami terkabulkan. Berhati-hatilah. (Salam, Bobi)”.


Jono terhenyak. Ia segera keluar dari kendaraan mencari Bobi. Namun, Bobi sudah meninggalkan pos jaganya entah ke mana. Sepanjang jalan pulang ia mengemudi perlahan dengan hati tak menentu sambil berharap kesalahannya dimaafkan.
Tak selamanya pengertian kita harus sama dengan pengertian orang lain. Bisa jadi suka kita tak lebih dari duka rekan kita. Hidup ini sangat berharga, jalanilah dengan penuh hati-hati.

Semoga bisa diambil hikmahnya
(copas note temen)

Jumat, 19 Agustus 2011

Nasehat dari Imam Syafi'i

Seseorang yang mencoba melakukan apa-apa yang dilarang Allah swt selain dosa syirik, masih lebih daripada dia berfikir dengan pandangan ilmu kalam (filsafat).

Jika aku melihat seseorang yang ahli hadits, seakan-akan aku melihat seseorang dari sahabat Nabi saw. Mereka telah menjaga untuk kita keaslian sunnah Nabi Muhammad saw, maka mereka berhak mendapat pujian dari kita. Dan fiqih adalah tuannya ilmu, karena dengannnya hadits dapat dipahami.

Tujuan dari ilmu adalah mengamalkannya, maka ilmu yang hakiki adalah yang terefleksikan dalam kehidupannya, bukannya yang bertengger di kepala.

Satu hal yang dapat menyia-nyiakan orang yang berilmu dan yang dapat menghilangkan posisinya sebagai seorang ‘alim adalah ketika ia tidak mempunyai kawan.

Jangan sekali-kali kamu tinggal di suatu Negara atau tempat yang yang disana tidak ada orang yang ahli dibidang fiqih sebagai tempat kamu untuk menanyakan masalah agama, dan juga tidak ada dokter yang dapat menjelaskan kondisi kesehatanmu.

Tidak ada satupun ilmu yang ingin aku pelajari setelah aku memahami tentang masalah halal dan haram, kecuali ilmu kedokteran, tapi mengapa kita jauh terbelakang disbanding dengan orang-orang nasrani?

Jika engkau melihat seseorang berjalan di atas air dan bisa terbang di udara, maka janganlah kehebatan itu menjadikan kalian lengah dan terheran-heran kepadanya sampai kamu mengetahui secara persis atas apa yang di kerjakannya itu berlandaskan pada Al-Qur’an dan as-sunnah.

Jika rasa ujub menghinggapi aktifitasmu, maka lihatlah keridhaan siapa yang kau harapkan, pahala mana yang kau suka, sanksi mana yang kau benci. Maka jika engkau memikirkan satu di antara kedua hal ini, niscaya akan hadir di depan matamu apa yang sudah kamu lakukan.

Tawadhu’ adalah perkara yang sangat diidam-idamkan. Orang yang paling tinggi kedudukannya adalah mereka yang tidak melihat kedudukannya sendiri. Akan tetapi tawadhu’ dihadapan orang yang tidak bisa menghargai orang lain merupakan bentuk kezhaliman terhadap diri sendiri.

Menghindarkan telinga dari mendengar hal-hal yang tidak baik merupakan suatu keharusan, sebagaimana seseorang mensucikan tutur katanya dari ungkapan buruk.

Kamis, 18 Agustus 2011

Masih Tetap Tersenyum.. :)

Hidup ini adalah rangkaian langkah demi langkah,
bukan sekedar menggerakkan raga, tetapi juga seisi jiwa.
mendekatkan hingga menjauhkan
kadang menyatukan, kadang memisahkan..

tapi kenapa perpisahan lebih banyak diingat..
bukan karena tak ada bahagia, tapi mungkin hati ini seolah dipaksa
tak mampu untuk meninggalkan separuh jiwanya
untuk sebagian citanya, bahkan sesisi cintanya.

adalah manusia yang hatinya saling bertaut
tautan cinta yang terangkai hingga datang sang maut,
tautan dalam ikatan isi jiwa
yang tersirat dalam gambar air muka..

perpisahan, cinta, cita dan kereta
paduan yang cukup melelehkan kan air mata
hadirnya pernah dinanti, dulu
terkadang datangnya membuat luka, untuk waktu itu..

ketika keretaku telah datang kini
membawa cintaku tertera di dasar hati
menawarkan kepedihan di antara tawa
namun aku akan tetap tersenyum..

Biar waktu kan datang untuk melihat
siapa yang dibela cinta
siapa yang dipuji cita
siapa yang dicinta kasihnya..
Di sini, aku masih tetap tersenyum..

Sabtu, 30 Juli 2011

Kujawab, Ketika Sahabatku Bertanya...

ketika sahabatku bertanya... 'mengapa kau berteman denganku?'
aku kan menjawab 'aku tak tau, aku cuma tahu bahwa aku menyayangimu'

ketika sahabatku bertanya...'bagaimana jika ternyata aku jelek?'

aku kan menjawab 'aku akan membuatmu merasa menjadi orang yang paling cantik di dunia'

ketika sahabatku bertanya... 'bagaimana jika ternyata aku bodoh?'

aku kan menjawab 'aku akan memberi tahumu apapun yang ku tahu'


ketika sahabatku bertanya... 'bagaimana jika ternyata aku jahat?'
aku kan menjawab 'aku akan menunjukkan padamu jalan pada kebenaran'

ketika sahabatku bertanya... 'apa yang kamu lakukan jika aku terluka?'
aku kan menjawab 'aku yang akan mencarikan obatnya'



ketika sahabatku bertanya... 'bagaimana jika luka ini karenamu'
aku kan menjawab 'saat itu aku telah mati'


ketika sahabatku bertanya... 'bagaimana jika aku tidak percaya padamu?'
aku kan menjawab 'aku akan sabar menunggu mu, berusaha agar kamu percaya dan membuka hatimu padaku'

ketika sahabatku bertanya... 'apa yg kamu lakukan jika aku berada dalam bahaya?
aku kan menjawab 'aku akan melakukan apapun untuk menyelamatkanmu'

ketika sahabatku bertanya... 'apa yg kamu lakukan saat aku ketakutan?'
aku kan menggenggam tanganmu dan menjawab 'aku akan selalu melindungimu'

ketika sahabatku bertanya... 'apa yg kamu lakukan saat aku dalam kesulitan?'

aku kan menjawab 'aku akan menanggung kesulitan itu'

ketika sahabatku bertanya... 'apa yang membedakan mu dengan orang lain?'
aku kan menjawab 'aku dapat melakukan apapun yang tak dapat dilakukan orang lain demi kebahagiaanmu'

ketika sahabatku bertanya... 'apa yang membuat mu bahagia?'
aku kan menjawab 'bersama denganmu'

ketika sahabatku bertanya... 'apakah kau jujur padaku?'
aku kan menjawab 'semua jawaban diatas adalah benar jika km memperhatikan sikapku'

ketika sahabatku bertanya... 'bagaimana jika aku meninggalkanmu?'
aku kan menjawab 'aku akan menunggumu'



by musvida edited by shiroypp



Sabtu, 07 Mei 2011

Menunggu Di Sayup Rindu

burungpun bernyanyi
melepas sgala rindu
yang terendam malu
di balik qolbu

anginpun menari
mencari arti
apakah ini fitrah
ataukah hiasan nafsu

didalam sepi ia selalu hadir
didalam sendiri ia selalu menyindir
kadang meronta bersama air mata
seolah tak kuasa menahan duka

biarlah semua mengalir
berikanlah kepada ikhtiar dan sabar
untuk mengejar...

sabarlah menunggu
janji ALLAH kan pasti
hadir tuk mdatang
menjemput hatimu

sabarlah menanti
usahlah ragu
kekasihkan datang sesuai
dengan iman di hati

bila di dunia ia tiada
moga di syrga ia telah menanti
bila di dunia ia tiada
moga di syurga ia telah menunggu



by Maidany