Jumat, 19 Agustus 2011

Nasehat dari Imam Syafi'i

Seseorang yang mencoba melakukan apa-apa yang dilarang Allah swt selain dosa syirik, masih lebih daripada dia berfikir dengan pandangan ilmu kalam (filsafat).

Jika aku melihat seseorang yang ahli hadits, seakan-akan aku melihat seseorang dari sahabat Nabi saw. Mereka telah menjaga untuk kita keaslian sunnah Nabi Muhammad saw, maka mereka berhak mendapat pujian dari kita. Dan fiqih adalah tuannya ilmu, karena dengannnya hadits dapat dipahami.

Tujuan dari ilmu adalah mengamalkannya, maka ilmu yang hakiki adalah yang terefleksikan dalam kehidupannya, bukannya yang bertengger di kepala.

Satu hal yang dapat menyia-nyiakan orang yang berilmu dan yang dapat menghilangkan posisinya sebagai seorang ‘alim adalah ketika ia tidak mempunyai kawan.

Jangan sekali-kali kamu tinggal di suatu Negara atau tempat yang yang disana tidak ada orang yang ahli dibidang fiqih sebagai tempat kamu untuk menanyakan masalah agama, dan juga tidak ada dokter yang dapat menjelaskan kondisi kesehatanmu.

Tidak ada satupun ilmu yang ingin aku pelajari setelah aku memahami tentang masalah halal dan haram, kecuali ilmu kedokteran, tapi mengapa kita jauh terbelakang disbanding dengan orang-orang nasrani?

Jika engkau melihat seseorang berjalan di atas air dan bisa terbang di udara, maka janganlah kehebatan itu menjadikan kalian lengah dan terheran-heran kepadanya sampai kamu mengetahui secara persis atas apa yang di kerjakannya itu berlandaskan pada Al-Qur’an dan as-sunnah.

Jika rasa ujub menghinggapi aktifitasmu, maka lihatlah keridhaan siapa yang kau harapkan, pahala mana yang kau suka, sanksi mana yang kau benci. Maka jika engkau memikirkan satu di antara kedua hal ini, niscaya akan hadir di depan matamu apa yang sudah kamu lakukan.

Tawadhu’ adalah perkara yang sangat diidam-idamkan. Orang yang paling tinggi kedudukannya adalah mereka yang tidak melihat kedudukannya sendiri. Akan tetapi tawadhu’ dihadapan orang yang tidak bisa menghargai orang lain merupakan bentuk kezhaliman terhadap diri sendiri.

Menghindarkan telinga dari mendengar hal-hal yang tidak baik merupakan suatu keharusan, sebagaimana seseorang mensucikan tutur katanya dari ungkapan buruk.

Kamis, 18 Agustus 2011

Masih Tetap Tersenyum.. :)

Hidup ini adalah rangkaian langkah demi langkah,
bukan sekedar menggerakkan raga, tetapi juga seisi jiwa.
mendekatkan hingga menjauhkan
kadang menyatukan, kadang memisahkan..

tapi kenapa perpisahan lebih banyak diingat..
bukan karena tak ada bahagia, tapi mungkin hati ini seolah dipaksa
tak mampu untuk meninggalkan separuh jiwanya
untuk sebagian citanya, bahkan sesisi cintanya.

adalah manusia yang hatinya saling bertaut
tautan cinta yang terangkai hingga datang sang maut,
tautan dalam ikatan isi jiwa
yang tersirat dalam gambar air muka..

perpisahan, cinta, cita dan kereta
paduan yang cukup melelehkan kan air mata
hadirnya pernah dinanti, dulu
terkadang datangnya membuat luka, untuk waktu itu..

ketika keretaku telah datang kini
membawa cintaku tertera di dasar hati
menawarkan kepedihan di antara tawa
namun aku akan tetap tersenyum..

Biar waktu kan datang untuk melihat
siapa yang dibela cinta
siapa yang dipuji cita
siapa yang dicinta kasihnya..
Di sini, aku masih tetap tersenyum..

Sabtu, 30 Juli 2011

Kujawab, Ketika Sahabatku Bertanya...

ketika sahabatku bertanya... 'mengapa kau berteman denganku?'
aku kan menjawab 'aku tak tau, aku cuma tahu bahwa aku menyayangimu'

ketika sahabatku bertanya...'bagaimana jika ternyata aku jelek?'

aku kan menjawab 'aku akan membuatmu merasa menjadi orang yang paling cantik di dunia'

ketika sahabatku bertanya... 'bagaimana jika ternyata aku bodoh?'

aku kan menjawab 'aku akan memberi tahumu apapun yang ku tahu'


ketika sahabatku bertanya... 'bagaimana jika ternyata aku jahat?'
aku kan menjawab 'aku akan menunjukkan padamu jalan pada kebenaran'

ketika sahabatku bertanya... 'apa yang kamu lakukan jika aku terluka?'
aku kan menjawab 'aku yang akan mencarikan obatnya'



ketika sahabatku bertanya... 'bagaimana jika luka ini karenamu'
aku kan menjawab 'saat itu aku telah mati'


ketika sahabatku bertanya... 'bagaimana jika aku tidak percaya padamu?'
aku kan menjawab 'aku akan sabar menunggu mu, berusaha agar kamu percaya dan membuka hatimu padaku'

ketika sahabatku bertanya... 'apa yg kamu lakukan jika aku berada dalam bahaya?
aku kan menjawab 'aku akan melakukan apapun untuk menyelamatkanmu'

ketika sahabatku bertanya... 'apa yg kamu lakukan saat aku ketakutan?'
aku kan menggenggam tanganmu dan menjawab 'aku akan selalu melindungimu'

ketika sahabatku bertanya... 'apa yg kamu lakukan saat aku dalam kesulitan?'

aku kan menjawab 'aku akan menanggung kesulitan itu'

ketika sahabatku bertanya... 'apa yang membedakan mu dengan orang lain?'
aku kan menjawab 'aku dapat melakukan apapun yang tak dapat dilakukan orang lain demi kebahagiaanmu'

ketika sahabatku bertanya... 'apa yang membuat mu bahagia?'
aku kan menjawab 'bersama denganmu'

ketika sahabatku bertanya... 'apakah kau jujur padaku?'
aku kan menjawab 'semua jawaban diatas adalah benar jika km memperhatikan sikapku'

ketika sahabatku bertanya... 'bagaimana jika aku meninggalkanmu?'
aku kan menjawab 'aku akan menunggumu'



by musvida edited by shiroypp



Sabtu, 07 Mei 2011

Menunggu Di Sayup Rindu

burungpun bernyanyi
melepas sgala rindu
yang terendam malu
di balik qolbu

anginpun menari
mencari arti
apakah ini fitrah
ataukah hiasan nafsu

didalam sepi ia selalu hadir
didalam sendiri ia selalu menyindir
kadang meronta bersama air mata
seolah tak kuasa menahan duka

biarlah semua mengalir
berikanlah kepada ikhtiar dan sabar
untuk mengejar...

sabarlah menunggu
janji ALLAH kan pasti
hadir tuk mdatang
menjemput hatimu

sabarlah menanti
usahlah ragu
kekasihkan datang sesuai
dengan iman di hati

bila di dunia ia tiada
moga di syrga ia telah menanti
bila di dunia ia tiada
moga di syurga ia telah menunggu



by Maidany